Feb 21, 2013

Hikayat Pancuri Tujoh

Di Aceh, istilah pancuri tujoh telah lama menjadi pameo, istilah ini merujuk kepada tujuhorang pencuri yang kerap beraksi di malam hari. Kisah kesuksesan  mereka dalam menjalankan aksinya sudah sangat masyhur terdengar. Namun para pancuri tujoh seringkali gagal menjalankan aksi di rumah para ulama yang  terkenal dengan wara’ dan keshalihannya. 
 

Masyhur dalam kultur masyarakat Aceh ketika ada barang atau harta yang dicuri maka tradisi yasinan sangat ampuh untuk menteror para pancuri tujoh. Walhasil kisah-kisah kembalinya barang atau harta yang dicuri adalah hal yang tak mustahil, atau paling tidak para pancuri tujoh akan menuai petaka.

Para “ureung keumaloen” kesulitan melacak eksistensi mereka, apalagi setelah para pancuri tujoh berganti baju dan berteman dekat dengan para kaum elit negeri. Tentang sukarnya mengenali pancuri tujoh, hadih maja Aceh telah mengulasnya; Pancuri u sireungket bak ulee, pancuri tube meubulee dada, pancuri manok mata lam parek, pancuri itek mata lam paya, pancuri pisang meugeutah bak jaroe, pancuri kayee  pat tatanda, pancuri neugara hek ta mita rupa.
 
Para pencuri tujoh turut mengendalikan setiap pencurian khas negara, orang-orang yang tak mau diajak berkerjasama dengannya akan dibabat habis dengan “parang lintek” tanpa ampun. Bentuk kriminal yang dimainkan para pancuri tujuh ini sering luput dari kacamata rakyat. Bisa jadi karena muaknya rakyat, sehingga tak ingin ambil pusing dengan tingkah para elitnya. Atau masyarakat telah dikonsepkan untuk tidak menyelidiki  hikayat  pancuri tujoh setelah ada teror dan ancaman parang lintek.

Kisah pencurian  celengan mesjid menjadi indikasi terkecil bagaimana pancuri tujoh telah merambah kepada simbol-simbol agama. Para pemilik mental pancuri tujoh akan selalu menolak dan berat untuk berinfaq dan mengeluarkan zakat. Ketidakpahaman dalam pembagian harta warisan juga turut membuka peluang pada pancuri tujoh untuk mengambil harta yang bukan haknya. 

Dalam ranah pendidikan, kasus-kasus menyontek ketika ujian telah mendidik generasi muda untuk menjadi pancuri tujoh abad 21. Menyontek telah menjadi budaya berjama’ah di lembaga pendidikan kita. Sampai pada tahap pencurian naskah-naskah sejarah dan upaya memanipulasi sejarah merupakan buah kerja tingkat tinggi para pancuri tujoh.
Wujud pencuri tujoh yang sangat jelas terlihat adalah eksistensi israel  dan sekutunya yang telah mencaplok sah tanah Quds. Tindak tanduk mereka adalah cerminan dari mental pancuri tujoh. bahkan meraka sendiri adalah ayahnya para pancuri tujoh  yang tak akan puas sebelum mengalahkan Islam (QS Albaqarah; 120)  

Mesir dan pancuri Tujoh
Mesir pasca revolusi dihadapkan kepada tantangan berat untuk meminimalisir kriminalitas. Pasca tsaurah di Mesir, banyak narapidana; pancuri tujoh yang kabur sehingga peluang kriminalitas terbuka lebar. Hal ini terbukti dalam beberapa bulan terakhir, aksi kriminalitas dalam format pencurian mulai menukik. Padahal kestabilan dan keamanan negara telah menjadi prioritas utama pemerintahan baru Mesir. Dalam siaran persnya, perdana menteri Mesir, Hisyam Qandil pernah mengungkap  keseriusan dimaksud.

Kita menunggu kebijakan-kebijakan pemerintah baru yang berpihak pada kemashlahatan umat, khususnya dalam hal memerangi kriminalitas. Diantara harapan kita adalah rekontruksi kembali penjara sebagai madrasah ruhani, karena selama ini stigma penjara Mesir masih sarat dengan bau anyir penyiksaan. Penjara belum menjadi glap  perubah mental narapidana; pancuri tujoh. Tegasnya, penjara belum memasuki ranah dakwah yang membawa pesan-pesan kebaikan  bagi penghuninya. Padahal fungsi penjara sangat memungkinkan untuk membentuk pribadi pancuri tujoh  hijrah ke arah yang benar. 

Lahirnya pancuri tujoh di tengah umat selama ini adalah bagian dari kesalahan mendidik. Kita terlalu abai dengan generasi belia sehingga tekhnologi memaksa mereka menjadi kaum culas. Untuk beberapa waktu, hikayat pancuri tujoh akan terus dibaca syahdu, bahkan alunannya sampai ke lorong-lorong sempit dunia. Sudah menjadi tugas kita untuk berjuang memusnahkan hikayat dimaksud.
                                                                   * Editor Buletin el-Asyi KMA Mesir.


Reaksi:

0 komentar: