Adalah Adnan Oktar alias Harun Yahya penulis buku
terlaris ditangkap oleh kepolisian Turki karena keterlibatannya dalam pemikiran
menyimpang semisal aliran feminis, bahkan terlihat dalam stasiun televisi yang
dimilikinya ia kerap melakukan hal yang tak beretika. Pelajaran yang bisa
diambil dari kasus penangkapan Harun
Yahya ini adalah seorang penulis terkenal ketika dirinya sudah tak mampu
mengawangi diri sendiri maka ia akan mendapat balasan, adalah Allah sebaik baik perencana.
Mengkaji kembali kisah dalam Alquran, kita dapati
banyak pelajaran kepada umat manusia tentang manusia yang tak mampu menjaga
dirinya, menghempaskan diri dalam jurang kebinasaan. Tetapi menariknya Alquran sendiri dalam memperlakukan
orang orang sepeti ini sangatlah beradab, Alquran tidak pernah menyebut nama
siti Zulaikha ataupun Qabil, Alquran menyebutnyan Imraatu Aziz.
Allah memuji orang orang yang maik tinggi kedudukannnya
baik itu kedudukan jabatan, karir atau simbol agama yang melekat pada
dirinya, orang orang seperti ini akan
lebih banyak godaan dan tantangan untuk menjaga dirinya. Peristiwa meninggalnya
mahasiswi Al Azhar Kairo, Mesir beberapa tahun silam karena ingin menyelamatkan
diri dan kehormatannya dari pelecehan dan penculikan menjadi pelajaran beharga
bagi kita bagaimana seorang yang sudah terdidik mempraktekkan penjagaan kepada
diri sendiri dengan sangat mulia, lantas bagaimana dengan generasi perempuan
kita hari ini? Sungguh aib dan miris
bagi kita jika tontonan cambuk masih saja terjadi menandakan sebagian generasi
kita sudah gagal menajaga diri sendiri.
Nabi Yusuf alahissalam sebagaimana dikisahkan dalam Alquran
sebagai kisah terbaik menjadi salah satu contoh mulia penjagaan diri mulai dari
menjaga diri dari godaan wanita sampai kepada harta. Alquran menyebut ku anfusikum wa ahlikum nara; jagalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka. Alquran mendahulukan untuk menjaga diri sebelum menjaga yang lain,
seorang suami harus mampu mengayomi dirinya sendiri untuk berkomiten shalat
berjamaah, komitmen menyebar kasih sayang kepada keluarganya, barometernya
ketika seorang sudah mempu menjaga diri sendiri ia akan mudah mengatur yang lain termauk negara sekalipun.
Khaled bin waled adalah seorang yang teruji
kesetiannnya dalam Islam, ia menjadi panglima perang handal yang luar biasa,
namun menjadi pejaran penting ketika
karir nya berada dipuncak atas sebagai gubernur, Khalifah Umar kemudian
menggantikannya dengan yang lain. Ada pelajaran bahwa karir di puncak atas
membuat diri kita bahkan kehilangan
kendali, ketika menggunakan uang negara
untuk membayar para penyair yang menulis syair tentang kehebatan para tentara
Islam berperang.
Menjaga diri pasa kini lebih berat tantangannya dengan
segala tekhnologi yang semakin mempengaruhi pola hidup seperti pola materialisme
tak lagi terbendung, mengalahkan diri kita dengan segala bentuk kemewahan
dunia.
Meluruskan
Ibadah
Masjid yang sudah terbina dengan banyaknya aloksi dana
selayaknya dimanfaatkan untuk memakmurkannya beribadah, dari masjid pikiran
kita disegarkan kembali, kita bisa melihat dunia dengan sudut pandang yang sesuai dengan Islam. Surah almukminun menyebutkan dan orang orang yang menjaga kemaluannya,
kecuali terhadap istri istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka
sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela, Barang siapa yang mencari
dibalik itu, maka meraka itulah orang orang yang melampaui batas.
Para ulama menjadi
contoh bagi generasi masa sekarang bagaimana laku menjaga diri dipraktekkan dengan
baik, bermula dari pendidikan orang tua yang kemudian mempengaruhi hidup sang
anak kelak, sehingga ia begitu ketat dalam menjaga diri dari hal hal negatif. Kita sangat menyayangkan masih banyak terjadi
pelecehan kepada anak dibawah umur yang melibatkan keluarga dan orang terdekat
anak tersebut (Serambi Indonesia, 22/7 2018).
Kewajiban menjaga diri sudah diatur sedemikian rupa
dalam agama ini, yang digolongkan kepada dharuriatul
khams. Upaya menjaga diri dengan tetap berkomitmen kepada nilai kebaikan
yang diperintah agama seperti melaksanakan shalat berjamaah tidaklah perlu
kepada SK pemerintah, bahwa upaya meningkatkan ghirah beragama harus dilakukan
bersama-sama.
Kita hari ini terlaru larut menjaga penampilan diri
tetapi sudah lupa bahwa unsur tubuh ini juga mempunyai ruh yang harus dirawat
diberi makanan berupa sifat kebaikan dan
ibadah yang disyariatkan Allah, ketika dekat dengan hari raya, kita
terlena tentang baju apa yang kita pilih. Hari rara kurban bahkan tidak sepersenpun
tergerak hati kita untuk berkurban, mobil ratusan juga mampu dibeli, tetapi
mengeluarkan kurban sedikit sangatlah sukar.
Jika berkurban, itupun qurban setengah hati. Contohlah
Habil, yang memberikan kurban terbaik, ia mampu menjaga dirinya dan taat kepada
perintah Allah, tidak seperti Qabil yang dipenuhi ego dan amarah. Qabil
mewakili manusia sekarang yang tak mampu lagi menjaga dirinya, hidup hanya
untuk bermewah mewahan, dipenuhi sifat benci dan dendam serta lalai kepada
perintah Allah.

0 Komentar