Advertisement

Dari Kaos Osama, Ahmadinejad Ke Karikatur Rahbar


Jika kita perhatikan era tahun 2000 an, dimana eskalasi perang Amerika versus Taliban -Alqaeda meningkat, maka banyak anak kecil hingga dewasa memakai baju bergambar Osama bin Laden. Tokoh yang disebut kontroversial simbol perjuangan Al-Qaeda dan hubungannya dengan Taliban. 

Kala itu toko baju juga banyak menjual kaos bergambar Osama bin Laden. Ada kebahagiaan dan perasaan terhormat ketika mengenakan baju itu. Seolah ingin menegaskan bahwa inilah saya yang berdiri bersama mereka atau kita adalah bagian dari bangsa pemberani. 

Catatan singkat ini sendiri tidak bermaksud jumawa untuk membicarakan teori simbol dan ekspresi kekuasaan dan geopolitik. Kita masih ingat juga tidak hanya baju bergambar Osama, ada Ahmadinejad, tokoh yang sangat vokal melawan kebijakan US. Seakan berlomba untuk mengikuti gaya dan syukur syukur jika ada sedikit mirip dengan Ahmadinejad sebagai simbol kemuliaan hidup kala itu. Ada banyak kaos dengan gambar Ahmadinejad terpajang di kaki lima. 

Ada simbol Muammar Gaddafi, pemimpin Libia yang nyentrik dan aura nyetrumnya yang sangat kuat. Dalam fase Libia Modern, nama Muammar Gaddafi tentu tidak bisa dipisahkan. Sama seperti pandangan orang Arab mengenai Mahathir dan Malaysia. Baju kaos dengan gambar Muammar memakai baju khas Libia banyak dijumpai terlebih ada jalinan kuat antara Libia dan negeri negeri terzalimi. 

Hari ini fenomena ini berlanjut mengikuti trend kekinian. Kalau dulu para ulayat mengekspresikannya lewat baju di dunia nyata, hari ini ekspresi yang begitu unik ini terlihat di dunia maya melalui Facebook. Adanya bantuan AI dengan mudahnya netizen dapat mengekspresikan diri memakai busana ala Ahbar Ayatullah, pemimpin Iran pasca revolusi. 

Puncaknya lebaran ini beberapa akun Facebook yang kita lihat mengekspresikan keadaan dimaksud. Sekali lagi untuk tidak mengatakan berlebihan dan serius, kita tahu itu hanya sebagai ekspresi sepintas lalu. Tapi hal ini menjadi pengingat memori masa silam akan sederetan nama pemimpin dulu sebagai tokoh perlawanan dan kemuliaan. 

Di sisi lain, ada juga ekspresi terhadap Donal Trump, bendera US dan Israel. Di rumah Abu Janda dan kawan kawannya mungkin publik akan mudah menemukan koleksi yang sangat Jahannam itu. 

Sisi positifnya adalah kita masih terhubung dengan geopolitik dunia. Faktanya sebab kita tinggal di pinggir selat Hormuznya Iran, yakni Selat Melaka yang telah (hanya) membawa berkah di masa lalu. Hari ini di warung kopi racikan cerita tentang Rahbar Iran begitu menggema, juga sinisme terhadap impotennya negara tetangga mereka. 

Bagi saya, sebagian yang paling menarik itu adalah sosok menteri luar negeri Iran dengan ciri khas kalimatnya yang membawa Izzah kemuliaan dan senyum manis nan sinis. Dari sini telah menyadarkan kita bahwa muslimin memiliki kemuliaan. Khairul ummah ini mestinya seperti mutiara di dasar lautan bukan ombak yang terhempas angin. Karenanya jika ada kaus bergambar Abbas Aragchi saya pun siap juga memakainya. 

Mali, 3 Syawal 1447 H







Posting Komentar

0 Komentar